August 24, 2008

Duduk Diam...

Sudah lama tidak duduk diam di suatu tempat, less talking but deep down inside, I'm happy.

Hari ini aku melakukannya dengan seorang sahabat di tempat kerja lama, Hiel. Kami bertemu di suatu tempat, janji bertemu (karena sudah lama kami tidak jalan bareng lagi). Mumpung si adik ke bengkel, jadi aku nebeng saja. Lumayan, tidak cape nyetir mobil (apalagi bukan mobil kesayangan) Hehe. Tipikal orang yang tidak ada kerjaan. Hari Minggu, sudah ke Gereja. Jadi rasanya tidak ada hutang atau lebih ke beban moril. Ha! (Apakah ke Gereja termasuk beban?) Haha. Sebenarnya tidak. Tapi kadang orang-orang mengganggap ini satu kebiasaan dan rutinitas mingguan yang kalau tidak dilakukan, it means: you're a sinner. Padahal tidak juga ah. Haha.

Aku mengetik dan Hiel membaca majalah. Macam orang lagi marahan saja! Menyenangkan! Sambil menikmati sajian semangkuk kecil french fries (kenapa sih harus disajikan di atas mangkuk?) dan segelas besar coffee jelly. Not a very good choice. Haha. But, since I am a coffee lover, jadi yah nikmati saja. 

Menikmati duduk diam sambil memperhatikan orang lalu lalang di tempat ini. Membuktikan bahwa betapa orang-orang membutuhkan hiburan dalam hidup mereka. Don't you think? It's works the same for me. Rasanya hampa kalau tidak menemukan hal atau tempat yang menarik untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang kita sayangi. Syukurlah ada yang namanya Mall dan berbagai hal menarik di dalamnya (tempat nonton, makan, ngopi, dll). Walaupun hiburan tidak selalu mengacu ke MALL. Tapi juga bisa keluar kota. Aku juga suka jalan-jalan keluar kota. Asalkan transportasi ada dan UANGnya juga ada. Hehe. 

Jadi, kalau punya waktu, coba deh duduk diam sambil liat-liat sekeliling...

Duduk diam,
coffee.stains

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home