August 14, 2008

too manic

What do you do when you feel too manic?

Biasanya gue akan diam. diam. diam. Muka ditekuk. Keliatan bete dan muka sadis. Ha! But, some people say that we should face our problem with smile. Mungkin itu benar. Karena buat gue sendiri tersenyum di saat susah itu membutuhkan keberanian. Tapi sekali gue berhasil tersenyum, beban gue akan berkurang jauh.

contoh:

Misalnya gue lagi marahan sama cowo gue (it's a concrete example). Waktu itu kita ke Senayan City mau jemput dua sepupunya dari Yogya dan waktu itu gue salah kostum (menurut dia - dan bukan karena gue salah kostum mo jemput sepupunya sih) dan waktu itu gue sempet marah, sedih, kecewa, segala macam perasaan jadi satu deh. Gue yang diem sepanjang jalan dan ngga mau liat dia sama sekali. Tapi waktu kita lagi nunggu sepupunya itu (di mobil), dia coba minta maaf, mungkin karena dia ngerasa ngga enak kali ya. Secara gue diem dan ngga ngomong dan sempet nangis pula. Wekeke. Rasain! Huehue. Sebenernya gampang aja sih ngilangin marah gue, cukup bikin gue tersenyum dan semua rasa bete gue hilang. Karena saat itu dia berhasil membuat gue tersenyum and voila! Kekesalan gue cepet banget memudar... It's like all back to normal at that moment. Crazy? Ya! But it's true. It's the power of smile. Dan mungkin dengan sedikit kesediaan kita untuk memaafkan atau membuka hati pada sesuatu yang menyenangkan.

Jadi begitulah.

When you feel too manic, just go around, try to find something that can make you feel happy. Ngga ada salahnya kan jalan-jalan sama temen2 buat sekedar curhat sambil ngupi2 dan window shopping. Ini juga salah satu cara yang sering gue pergunakan buat mencerahkan pikiran. Biasanya sama si ibu wasabi...hehehe

cheers,
coffee.stains

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home