August 27, 2008

Midnight Conversation

-SIGH-

Bercengkrama dengan seorang sahabat memang menyenangkan dan kadang membuat kita menyadari lebih banyak lagi hal dalam hidup yang bisa dijadikan pelajaran. Contohnya malam ini. Saya sedang ngobrol-ngobrok dengan seorang sahabat. sebenarnya kami sering bertemu. Tapi malam ini kami lagi sama-sama mellow.

Hidup itu emang gampang gampang susah. Semua pasti setuju itu. Kadang kita selalu melihat ke atas, begitu katanya. Saya serasa ditampar. Tapi, saya setuju. Karena sudah sering kali juga orang tua bilang, kita tuh harus liat ke bawah. Banyak orang yang ngga seberuntung kita. Jadi, sudah seharusnya kita bersyukur untuk apa yang kita punya. 

Bergantian kami suka merasa gagal jadi orang. Berasa ga berguna gitu. Apa semua orang pernah merasa begitu? Atau cuma kami saja? Haha. Trus saya menimpali, mungkin kalau kita langsung berhasil (atau terus-terusan berhasil), kita akan mudah berpuas diri dan dongak! Kalo udah kayak gitu kan ngga bagus juga ya. Haha. Dengan begitu, mungkin kita diingatkan bahwa ada kuasa yang lebih besar dan hanya Dia yang bisa mengangkat beban berat itu.

Membuka diri. Buka mata dan telinga kita. Pasti ada jalan keluar bagi setiap masalah kita. Oh, ada satu lagi yang dikatakan oleh seorang teman lama. Dia bilang kecintaan akan Allah jauh lebih sempurna dibandingkan kenikmatan dan kepuasan duniawi. Yah, sudah selayaknya kita merubah cara pandang kita kali ya. Atau berusaha adalah kata yang lebih tepat? Atau berani berkata dan merasa cukup...Ini juga saya dapat dari seorang teman di mudika. Menyenangkan bukan punya banyak teman? Jadi punya banyak masukan yang mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua. Amin!

Sharing,
coffee.stains 



Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home