October 08, 2008

Pemberhentian Green Tea Latte

Iced Green tea latte itu menyejukkan hati dan membawa tawa di sepanjang perjalanan kami menuju rumah.

Hari ini aku harus lembur lagi. Ada kerjaan yang harus dibereskan hari ini juga. Karena Pak Bos perlu kerjaan kami besok pagi. Ingin mengeluh, tapi tidak bisa. Hey, itu kerjaanku. Dan lagi, kalau bisa aku ingin jadi orang yang tidak mudah mengeluh. Jadi nikmati sajalah. Aku juga bisa belajar banyak dari kerjaanku ini. Jadi, cukup soal pekerjaan. Bukan itu yang mau aku bagikan disini. 

Sepulangnya aku dari kantor, tiba-tiba temanku berceletuk. "Jadi pengen green tea latte yang lo bilang itu, Nath". Langsung saja aku, yang sudah beberapa hari ini memendam keinginan untuk menjemput green tea latte itu, mengiyakan ajakan temanku itu. Karena kalo ngga salah, aku emang udah kepingin green tea latte itu dari Senin lalu. Tapi aku berusaha untuk tidak mengindahkan keinginanku. Ini saat yang tepat untuk memberikan hadiah kecil bagi diriku, bukan? Setelah lelah bekerja? Ha!

Setelah bayar tol Karang Tengah, aku kembali bertanya kepada temanku,"jadi nih kita?" Lalu yang aku dapatkan hanyalah tawa. Wah! Tawa ini menyimpan makna yang sudah ngga asing lagi buat aku dan dia. Ya sudah, kami berdua akhirnya sampai di rest area km 13,5. Tol menuju Tangerang. Karena memang ke sanalah aku harus pulang setiap harinya. Akhirnya kami mampir ke drive thru Starbucks Coffee untuk memesan dua upsized Iced Green Tea Latte. Tentu saja buatku, ngga terlalu manis. Tapi masih ada embel-embelnya. Ditambahkan gula pasir dan jangan diaduk. Aneh memang! Tapi itulah aku. Dan itulah kesukaanku. Ngga es teh manis, ngga Ice Caramel Machiato, sama modelnya. Seneng sama kres kres gula pasirnya itu. Semua temanku tau itu. Dan mereka semua menganggapku aneh. Hehe. 

Yang membuat perjalanan kami menyenangkan adalah cerita green tea latte ini. Ternyata perhentian kami membawa keceriaan di sepanjang jalan pulang kami. Selain rasanya yang nikmat, warnanya yang hijau (kami berdia sama-sama pecinta warna hijau), yang melayani kami juga super friendly. Hahaha! Lebih jelasnya lagi, ada yang lucu. Ha! Jadi sepanjang perjalanan, kami cekikikan menerka-nerka dan berharap-harap untuk kembali lagi ke sana dalam waktu dekat ini. Kalau saat itu datang, kayaknya kami ngga mau drive thru lagi. Tapi mungkin kami akan menikmati green tea latte itu di tempat. Ayo, Bu! Kita nikmati green tea latte kita (lagi!).


masih menikmati green tea latte itu sambil menulis,
coffee.stains

Ps. Maaf ya, Sayang! Aku cuma cerita lho. Lagipula, ini bukan buat aku koq. Tapi buat temanku yang satu itu. Hahaha.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home